Membangun Ekosistem Startup Lewat Kopdar BIM #1

Guest Speaker Ahmad Syarif (CEO CyberLabs)
Guest Speaker Ahmad Syarif (CEO CyberLabs)

Kamis (22/3), Inagri berpartisipasi dalam acara kopdar yang diselenggarakan oleh Bandung Initiative Movement (BIM) bertajuk “Mampir BIM Sebentar”. Acara ini diselenggarakan atas inisiatif Adyesa Kevindra (BIM) dengan beberapa komunitas penggiat startup di Bandung. Bertempat di Eduplex, Jl. Ir. H. Djuanda No 84, Bandung, acara dimulai pukul 19.00 WIB dihadiri tidak kurang dari 50 peserta. Acara ini bertujuan untuk membuat kolaborasi dan ajang sharing sesama penggiat startup di Bandung.

Acara dibuka dengan sambutan dari Adyesa Kevindra yang menyatakan senang dengan antusiasme startup di Bandung. Ia berharap, BIM bisa memfasilitasi bertemunya para penggiat startup dan saling mencuri ilmu dari para praktisi yang telah terjun dalam dunia startup atau entrepreneurship pada umumnya.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari guest speaker Ahmad Syarif, CEO dari CyberLabs. CyberLabs adalah perusahaan IT yang fokus mengembangkan software atau aplikasi yang berhubungan dengan bisnis. Sesuai dengan tagline CyberLabs yaitu “Technology Business Solutions” maka salah satu visi CyberLabs adalah menciptakan produk-produk inovatif yang membantu para pemilik usaha menjalankan bisnis dengan lebih efiktif, efisien dan lebih optimal dengan menggunakan teknologi. Syarif menuturkan awal mula ia merintis perusahaannya sendiri. Dengan latar belakang pendidikan hanya sekolah SMK, ia bisa membangun perusahaan IT yang besar dan bertumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kini CyberLabs memiliki kantor cabang di Block71 Jakarta dan Block71 Singapura. Sebuah prestasi yang tidak diduga awalnya. Semuanya itu berkat kegigihan dan pengalamannya dalam menghadapi kegagalan dan penolakan ide bisnis ketika pitching dengan investor.

Pemaparan dari 3 Startup dalam Sharing Session
Pemaparan dari 3 Startup dalam Sharing Session

Selepas itu, acara beralih ke sharing session dari 3 pembicara berbagai kalangan. Ada Santika Syaravina (HaloMasin), Fadhil Dzikri M. (NgaturAcis) dan Ricky P. Ramadhan (Inagri). Santika memaparkan keprihatinannya akan kondisi masyarakat bantaran sungai di Banjarmasin. Ia melihat banyaknya limbah dari kegiatan yang berpusat di aliran sungai, kemudian kondisi masyarakat yang bermata pencaharian rendah dari hasil kerajinan tangan mengolah kain. Untuk itu ia memanfaatkan limbah sekitar dari mulai kayu, tanaman dan bahan alam lainnya untuk menjadi pewarna kain alami yang meningkatkan nilai jual barang. Konsep ini dinamakan ethical fashion, yaitu sebuah perilaku bertanggung jawab atas perlindungan kemanusiaan dan lingkungan kala memproduksi sebuah produk mode. Sementara itu, Fadhil mengungkapkan pentingnya digital marketing bagi setiap startup. digital marketing mesti dipahami secara utuh dengan mengedepankan soft selling dan story telling di sosial media, bukan dengan hard selling. Ia juga membuka konsultasi dan kursus gratis digital marketing bagi para UKM dan startup pemula.

Pembicara terakhir dari Inagri, yaitu Ricky P. Ramadhan berbicara soal awal pembentukan inagri hingga akhirnya launching pada Februari 2018 lalu. Inagri ingin menjadi ‘the next game changer’ yang merubah industry landscape bidang supply dan agriculture. Sama halnya seperti gojek yang merubah industri transportasi dan tokopedia yang merubah industri pembelanjaan online. Ricky memperlihatkan data sales dan perkembangan inagri sejak memulai bisnisnya.

Foto Bersama Para Peserta Kopdar BIM #1
Foto Bersama Para Peserta Kopdar BIM #1

Acara diselingi dengan pertanyaan dari setiap peserta, dan tak jarang lontaran jawaban dari pembicara membuat acara semakin semarak. Peserta yang hadir nampak aktif dan antusias menggali ide dan ilmu dari setiap pembicara. Acara lalu ditutup dengan kesan pesan dari pengurus BIM yang mengagendakan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Semoga hal ini bisa membangun ekosistem startup yang positif di Kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *