Bagaimana Inagri melihat Indonesia

Indonesia adalah negara pertanian yang kaya akan sumber daya alam. Dalam proses pembelajaran, saya mengetahui bahwa Indonesia tidak benar-benar kaya. Tidak setiap daerah mempunyai sumber daya alam yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal. Ternyata saya mengerti, bahwa kata-kata ‘kaya’ bukan berarti setiap daerah mempunyai semua komoditas pertanian yang sama. Sehingga semua kebutuhan terpenuhi. Justru sebaliknya, untuk menciptakan kekayaan, kita perlu merasa kekurangan dan berbagi. Dengan kondisi itu, maka tercapai demand and supply antar wilayah. Sebuah konsep dasar dari ekonomi yang lumrah dalam konteks perdagangan.

Dari sebuah kondisi kekurangan, seseorang berusaha memenuhi kebutuhannya. Dari sebuah keterbatasan, seseorang mau beranjak dari tempat duduknya untuk usaha. Kondisi ini membuat perekonomian tetap berdenyut. Jika setiap orang masih merasa kurang, maka akan terus ada permintaan. Jika seseorang punya komoditas untuk diperjualbelikan, maka akan selalu ada penawaran barang.

Sayangnya, negara pertanian ini malah tidak bisa mengembangkan model pertaniannya menjadi lebih modern dan efektif. Di banyak media kita masih melihat kondisi memprihatinkan dari buruh-buruh tani. Sektor pertanian masih dihiasi banyak ketidakpastian dari mulai bibit yang kurang baik, pemupukan yang menyedot banyak biaya produksi, kekeringan hingga gagal panen. Setelah produksi selesai, masalah baru muncul yaitu pemasaran yang masih saja menerapkan model perkulakan. harga ditekan serendah-rendahnya, kemudian menghambat distribusi sehingga harga jadi naik. buktinya masih kita lihat sekarang. harga cabai misalnya, bisa melambung sangat tinggi karena sistem distribusi yang tidak lancar. Apakah memang produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan? Saya rasa tidak. Banyak faktor lain. Salahsatunya adalah terhambatnya distribusi karena ulah tengkulak itu. Apakah anda yakin Indonesia yang subur ini tidak bisa swasembada pangan? Saya rasa bisa. Mari memulai optimisme dan memecahkan masalah ini satu per satu.

Di Inagri, kami percaya bahwa keadaan ini bisa dirubah satu per satu. Karena kita tau sudah begitu banyak masalah yang terjadi di sektor pertanian. Sehingga kita bingung memulai dari mana. Kami ingin memulai ini dari memperlancar arus distribusi barang dengan menciptakan pasar online bagi petani. Konsep online freshmarket ini sedang kami rintis dengan tim kecil yang bercita-cita besar. Ketika masalah pemasaran dapat teratasi, kami coba membuka ruang kreatif untuk metode produksi yang efektif, bibit-bibit unggul dan peralatan pendukung lainnya. Konsep itu diwujudkan melalui program crowdfunding/ kickstarter untuk mendanai riset dan pelaksanaan inovasi produksi baru di bidang pertanian. Dengan konsep ini, kami ingin menciptakan komunitas dan komunikasi antar stakeholder pertanian. Berguna bagi inovator yang mencari dana, dan berguna bagi lembaga, investor dan dunia pendidikan yang ingin menyalurkan dananya bagi kemajuan sektor pertanian. Pada akhirnya, kami ingin sektor ini bergairah kembali dengan mendorong banyaknya dukungan dana untuk modal produksi bagi petani. Kami berencana untuk membuka platform investasi lahan pertanian untuk mewujudkan revolusi hijau kedua. Keseluruhan konsep freshmarket, kickstarter dan investment ini kami namakan agricultural lifecycle yang mencoba menjawab masalah-masalah pertanian. Tertarik untuk bergabung? Mari berkolaborasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *