Minimnya Inovasi di Sektor Pertanian

(26/01) Tim Inagri mengadakan kunjungan ke perkebunan di Pangalengan dalam rangka melihat langsung kondisi perkebunan dan petani. Daerah Pangalengan merupakan salahsatu pemasok sayuran kami untuk kemudian dipasarkan ke pelanggan. Berdasarkan kunjungan kami, kami menyimpulkan bahwa masih minimnya inovasi di bidang pertanian. Masalah ini disebabkan karena minimnya inovasi, salahsatunya adalah jalur distribusi sayuran dari petani ke konsumen yang masih panjang. Alur distribusi dan pemasaran yang tepat dan efisien tentunya dapat menguntungkan pihak petani sehingga petani dapat berhasil dalam usahanya. Masalah lainnya timbul seperti masa produksi yang tidak menentu karena hama dan musim yang mengganggu masa tanam.

Petani memiliki keterbatasan sarana transportasi, informasi, dan komunikasi sehingga hasil produksi tani melibatkan pengepul untuk distribusi, sehingga jalur distribusi dari petani ke konsumen menjadi sangat panjang. Hal ini tentunya menjadi salahsatu masalah yang menjadi fokus kami, karena pertanian merupakan usaha ekstraktif yang sifatnya harus dekat dengan pasar. Hal ini sangat penting mengingat sifat dari produk agribisnis secara umum bukan merupakan komoditas yang tahan lama. Sehingga produk pertanian harus secepat mungkin mencapai pasar dan dikonsumsi oleh konsumen. Solusinya adalah dengan memotong jalur distribusi. Solusi lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengolah produk pertanian menjadi pangan olahan yang dapat tahan lama dan memiliki nilai tambah yang tingi.

Persoalan lain dari pertanian adalah tidak adanya inovasi dalam hal produksi dan pola tanam. Petani kuran memahami unsur hara, siklus cuaca dan sifat tanaman secara spesifik. Sehingga pola tanam dilakukan dengan cara umum tanpa memperhatikan banyak aspek. Diperlukan data klimatik dan edafik untuk bisa memaksimalkan penanaman. Sejauh ini kami melihat hal itu belum terintegrasi di sektor agribisnis di Indonesia. Beda halnya dengan pertanian di luar negeri. Banyak inovasi baru yang didorong oleh penguasaan teknologi dan integrasi data pertanian. Sehingga biaya produksi dapat ditekan dan efektifitas produksi dalam dimaksimalkan. Untuk itu, terdapat peluang bagi pengusaha dan peneliti agar dapat menyelesaikan masalah ini untuk kemajuan pertanian Indonesia.

Inagri mencoba untuk menyelesaikan satu per satu permasalahan ini. Tidak semua memang, tapi upaya kecil kami harus terus dijaga dan dilakukan demi melihat petani kita yang dapat hidup sejahtera dan menumbuhkan kembali minat anak muda untuk terjun di sektor pertanian. Mari berbagi kebaikan untuk petani!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *