Permaculture untuk Kehidupan yang Berkelanjutan

People, Planet dan Profit merupakan konsep Triple Bottom Line dalam dunia bisnis terutama akutansi. Konsep ini memiliki 3 bagian yaitu sosial, lingkungan dan finansial. Konsep ini dibuat atas dasar kesadaran akan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Kehidupan dunia terutama di bidang bisnis harus memikirkan faktor-faktor seperti People, Profit dan juga Planet atau lingkungan. Bisa jadi kita bisa mendapatkan untung yang sangat besar secara finansial namun lupa akan hakikat manusia yang perlu penghargaan dan istirahat. Tidak lupa dengan faktor lingkungan yang harus diperhatikan ketika manusia bekerja dan berkarya, apakah terjadi dampak yang negatif ketika manusia membangun sesuatu.
Pada tahun 1997 Bill Mollison seorang ahli biologi mengembangkan konsep permaculture. Konsep ini melibatkan berbagai dasar keilmuan untuk pembangunan berkelanjutan yang aman bagi lingkungan. Konsep ini memiliki prinsip dalam kemandirian manusia untuk menghasilkan hasil bumi yang aman bagi lingkungan dan bisa digunakan untuk generasi mendatang.

Permaculture memiliki 3 prinsip inti yaitu :

  • Care for the earth: Kesadaran akan makhluk hidup yang memiliki hak untuk hidup dan berkembang biak. Ini adalah prinsip pertama dalam permaculture, karena dengan lingkungan yang tidak sehat, manusia tidak dapat bertahan hidup.
  • Care for the people: Kesadaran akses sumber daya agar manusia dapat bertahan hidup.
  • Return of surplus: Kesadaran untuk tidak mengambil lebih dari cukup dan mengembalikan hasil buangan kembali ke sistem agar lebih berguna.

Dengan konsep permaculture, kita dapat meminimalisir limbah dan mengolahnya menjadi lebih bermanfaat. Tidak hanya itu konsep ini sangat memperhatikan keterkaitan antara produktifitas lahan di area pertanian sehingga bisa digunakan untuk keperluan yang lebih banyak.
Sebagai contoh hasil buangan bisa diolah kembali untuk menjadi kompos. Kemudian jarak lahan kosong bisa ditanami tanaman lain agar daya guna lahan lebih maksimal. Kemudian bahan-bahan kimia seperti pestisida bisa diminimalisir dengan memanfaatkan predator alami dan kompos. Dengan itu hasil panen akan lebih bebas dari bahan kimia dan lebih sehat untuk dikonsumsi.
Konsep permculture memiliki 12 desain prinsip yang intinya mengingatkan kita agar lebih bijak dalam hidup dan sadar akan keberlangsungan lingkungan. Jika ada alat yang rusak sebisa mungkin untuk diperbaiki. Jika ada barang yang sudah tidak terpakai sebisa mungkin untuk di daur ulang. Konsep ini mengingatkan kita sebagai manusia untuk lebih bersyukur dan berbudaya.

Sumber Referensi :

1. Holmgren, David (2002). Permaculture: Principles & Pathways Beyond Sustainability. Holmgren Design Services. p. 1. ISBN 0-646-41844-0.
2. Introduction to Permaculture, (1991), Mollison

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *