Simpan Sayuran tanpa Busuk dengan Tips Berikut Ini

Ricky P. Ramadhan November 14, 2017
Tips Penyimpanan Sayuran

Tips Penyimpanan Sayuran

Bahan seperti sayur, buah dan daging merupakan bahan utama dalam industri kuliner. Sayangnya bahan tersebut mudah busuk apalagi jika tidak disimpan dengan baik. Karena setiap jenis sayur dan buah memiliki keunikan dan kandungan gizi tersendiri, maka begitupun dengan penanganan dan penyimpanannya. Berikut ini beberapa tips penyimpanan sayuran.

Menyimpan Sayuran dengan Benar

Staff Gudang Harus Mengerti Cara Menyimpan Stok Sayuran dengan Baik

Hal paling dasar dalam pengelolaan bahan segar adalah, bahan tersebut jangan dulu dicuci ketika akan disimpan. Karena akan menyimpan kadar air sehingga menjadi lebih lembab. Cucilah buah / sayur ketika akan digunakan saja. Tempat penyimpanan terbaik untuk sayuran adalah pada bagian rak kulkas yang terletak pada bagian paling bawah kulkas. Rak biasanya memiliki kontrol kelembaban khusus sehingga memungkinkan penyimpanan sayur dan buah pada suhu dan kelembaban yang sesuai.

  • Bahan makanan yang sebaiknya disimpan di tempat dingin dengan penyimpanan lembab, diantaranya: Apel, Brokoli, Wortel, Kol, dan Terong
  • Bahan makanan yang sebaiknya disimpan di tempat dingin dengan penyimpanan kering, diantaranya: Bawang merah dan Bawang putih
  • Bahan makanan yang sebaiknya disimpan di tempat hangat dengan penyimpanan kering, diantaranya: Paprika, Labu, dan Ubi
  • Beberapa bahan makanan tidak harus disimpan di dalam kulkas. Meskipun begitu, mereka harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Bahan makanan ini diantaranya: Tomat, Pisang, Kentang, Lemon dan Jeruk Nipis
  • Jangan menyimpan sayur yang sudah dipotong. Hindari menyimpan sayuran ketika dalam keadaan sudah terpotong-potong, karena menyimpan sayur dalam keadaan utuh akan membuat sayur lebih tahan lama.
Pisahkan Sayur dan Buah

Pisahkan Sayur dan Buah untuk menghindari kebusukan

Tidak Boleh Disimpan Bersamaan

Mencampur sayur dan buah dalam satu rak kulkas dapat mempercepat proses pembusukan makanan. Hak ini dikarenakan buah biasanya memproduksi gas etilen yang dapat bereaksi sebagai hormon pematang dan mempercepat kelayuan.

Etilen adalah hormon alami tumbuhan dalam bentuk gas yang dapat memicu proses pematangan pada buah. Beberapa sayur dan buah adalah penghasil etilen tinggi dan beberapa lainnya sensitif terhadap etilen. Pengetahuan tentang etilen ini dapat digunakan untuk memperpanjang umur bahan makanan dan dapat juga digunakan untuk mempercepat pematangan.

Bahan makanan yang memproduksi etilen diantaranya: apel, aprikot, alpukat, pisang (matang), blueberry, melon, cranberry, bawang bombay hijau, jambu biji, anggur, kiwi, mangga, manggis, nektarin, pepaya, markisa, persik, pir, kesemek, plum, kentang, dan tomat.

Sedangkan bahan makanan sensitif etilen diantaranya: asparagus, pisang (mentah), blackberry, brokoli, kubis, kol, wortel, kembang kol, lobak, mentimun, terong, bawang putih, kacang hijau, kale, sayuran hijau, daun bawang, selada, bawang merah, petersili, paprika, kacang polong, raspberry, bayam, labu, stroberi, ubi jalar, selada air, dan semangka.

Tips Penyimpanan Daging

Simpan Daging dalam Keadaan Terbungkus

Tips Penyimpanan Daging

Cara agar daging segar, ikan dan unggas tetap awet adalah dengan cara tetap membungkusnya. Karena, melepas pembungkus dapat meningkatkan risiko terpapar bakteri. Pakailah piring sebagai alas, jika daging tak ada pembungkusnya saat membeli.

Untuk menyimpan susu, alangkah baiknya menggunakan botol plastik sebagai pembungkus daripada kardus karton. Mengapa? Karena bakteri lebih mudah tumbuh di kardus karton dari pada gelas plastik.
Sedangkan untuk produk olahan susu seperti keju, yoghurt, krim asam, dan krim, biarkan tetap berada dalam kemasannya. Jika telah digunakan, jangan kembalikan ke wadah aslinya! Tapi, letakkan di mangkuk atau piring dengan bungkus plastik. Khusus untuk keju, bungkus menggunakan alumunium foil jika telah dikonsumsi.

Hindari mencampur sayur / buah dengan daging mentah dan produk susu ketika menyimpannya di kulkas. Hal ini untuk mencegah munculnya kontaminasi bakteri pada bahan makanan.

Tips Penyimpanan Beras

Beras Harus Selalu Kering agar Terbebas dari Kutu

Tips Untuk Menyimpan Beras

Beras hendaknya dijemur dibawah sinar matahari sebelum disimpan. Disarankan agar beras yang disimpan tidak terlalu banyak dan cukup untuk memenuhi kebutuhan paling lama satu bulan lalu menggantinya dengan beras baru. Untuk mengantisipasi kutu dan jamur, kita bisa menaruh biji lada kering atau cabai kering ke dalam tempat penyimpanan beras. Aroma menyengat dari cabai dan lada akan membuat kutu beras ogah buat balik lagi. Simpan beras di tempat yang kering dan sejuk untuk mencegah dari suhu lembab. Dengan begitu kutu dan jamur nggak akan muncul lagi. Selain itu, daun salam juga dapat digunakan untuk mengusir kutu. Daun salam memiliki khasiat untuk menjauhkan beras dari kutu. Caranya, masukkan daun salam dalam wadah beras. Daun salam mampu menjaga serangga menjauh dari bahan makanan Anda. Anda cukup menggantinya tiga bulan sekali.

sumber :

www.izwie.com

www.selerasa.com

www. lagizi.com

www.berasmaknyuss.com