Belajar investasi dari Arip Tirta

Ricky P. Ramadhan February 6, 2018
Sharing Session bersama Arip Tirta

Sharing Session bersama Arip Tirta

Senin siang (5/2) kami dari Inagri melakukan sharing session santai bersama Arip Tirta, founder dan ex Urbanindo. Kesempatan kami bertemu beliau dijembatani oleh Dina Dellyana, dosen SBM ITB sekaligus Founder The Greater Hub, yang merupakan tempat berkuliah CEO kami. Pada kesempatan itu, kami menceritakan banyak hal mengenai investasi dan venture capital, topik yang berkaitan langsung dengan kondisi Inagri yang sedang dalam tahap fundraising. Perlu diketahui, Sebelumnya inagri mendapatkan funding dari program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Ristekdikti yang berupa hibah untuk pre-seed. Saat ini Inagri berupaya untuk mendapatkan dana segar baru untuk tahapan seed maupun kemungkinan series A.

Melihat Profil Venture Capital untuk Funding Startup

Melihat Profil Venture Capital untuk Funding Startup

Arip Tirta merupakan salahsatu founder startup tersukses di Bandung (Urbanindo) yang merupakan layanan listing properti nomor satu di Indonesia. Urbanindo saat ini telah diakusisi oleh 99.co, perusahaan serupa asal Singapura. Sebelumnya, Arip merupakan Direktur Analis dan Strategi Investasi dari salahsatu venture capital di Silicon Valley. Keberadaannya saat ini dimanfaatkan oleh kami untuk mendapatkan informasi seputar investasi.

Arip menyebutkan, bahwa diawal diskusi, kita mesti melihat investor punya fund seberapa besar. Lalu melihat nilai-nilai investasi yang telah mereka tanamkan di startup. ada tipikal venture capital yang hanya menyediakan funding untuk pre seed (kisaran 300 – 500 juta) seed funding / series A (kisaran 500 juta – 2 milyar), dan ada juga yang mampu menyediakan lebih dari itu. Dengan itu, kita bisa mengetahui gambaran funding mereka di startup kita.

Tentukan Exit Strategy dalam 5-10 tahun kedepan

Tentukan Exit Strategy dalam 5-10 tahun kedepan

Arip menambahkan, hal penting yang mesti kita definisikan sejak awal adalah, bagaimana exit strategy dari startup kita. Apakah untuk bisa masuk IPO, bisa menjadi market lead, atau untuk mencapai valuasi tertentu. Exit strategy itulah yang menjadi daya tarik bagi investor untuk melihat seberapa jauh startup itu akan melangkah. Karena startup dibentuk untuk dapat bertumbuh sangat cepat dan dalam kisaran 5-10 tahun mesti mencapai exit strategy. Setelah kurun waktu itu, investor dapat menjual sahamnya dan mendapatkan bagi hasil yang sepadan.

Dalam sharing session tersebut, hadir pula Adzar Karomy, CEO dari bayarin.com dan Yugnan Adi Sasongko, CEO dari 99properti.com keduanya merupakan mahasiswa SBM ITB yang dijembatani oleh Dina Dellyana. Sharing ini akan berlanjut pada tahapan berikutnya untuk memonitoring perkembangan startup demi membangun ekosistem startup yang kompetitif di Bandung.