fbpx

Seberapa Besar Pengaruh Inovasi Teknologi di Sektor Pertanian?

Ricky P. Ramadhan August 7, 2018

Tidak diragukan lagi bahwa perkembangan teknologi mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia. Besarnya rasa tidak puas manusia akan sesuatu yang telah ada, keinginan kuat untuk memperoleh kemudahan dalam pekerjaan, peningkatan pembangunan yang pesat serta rasa ingin tahu yang besar menjadi penyebab terus berkembangnya inovasi-inovasi teknologi yang ada saat ini.

Teknologi mulai merambah ke berbagai sektor, mulai dari sektor ekonomi, industri, kesehatan, pendidikan, pertambangan, pertanian, dan masih banyak lagi. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai seberapa penting pengaruh inovasi teknologi di bidang pertanian.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian merupakan salah satu roda penggerak utama ekonomi nasional selain sektor industri dan sektor perdagangan. Sebagai salah satu faktor utama kemajuan ekonomi nasional, tentunya peningkatan-peningkatan positif di sektor ini menjadi sangat diperlukan. Berikut beberapa inovasi teknologi di sektor pertanian beserta pengaruhnya dalam membawa dampak positif untuk sektor ini.

 

  1. Internet of Things (IoT) dan Penerapan Sensor di Ladang

 

Internet of Things pada lahan pertanian

Internet of Things pada lahan pertanian

Pengawasan lahan pertanian kini dapat dengan mudah dilakukan melalui genggaman tangan, yakni melalui ponsel cerdas atau smartphone. Melalui smartphone, petani dapat dengan mudah mengontrol dan mengawasi lahan mereka secara real time di mana saja dan kapan saja. Penerapan IoT dapat dilakukan dengan menggunakan sensor yang dipasang di peralatan dan material di ladang.

Sensor-sensor yang dipasang mengirimkan informasi real time kepada petani, termasuk informasi detail seperti tingkat kesuburan, keasaman dan suhu tanah, topografi hingga memprediksikan cuaca untuk hari-hari mendatang sehingga petani dapat merancang pekerjaan yang harus mereka lakukan. Sensor juga dapat diletakkan bersamaan dengan teknologi pengenalan gambar sehingga petani dapat melihat tanaman mereka secara real time kapan saja dan dari mana saja.

  1.  IoT dan Penerapan Sensor untuk Peralatan Pertanian
Peralatan yang terhubung dengan internet di lahan pertanian

Peralatan yang terhubung dengan internet di lahan pertanian

Sama seperti penerapan sensor sebelumnya yang dikhusukan untuk mengontrol tanaman dan ditempatkan di tempat yang strategis di ladang, sensor yang akan dibahas kali ini tujuan penggunaannya hampir sama seperti sensor sebelumnya. Sensor kali ini ditempatkan pada peralatan-peralatan pertanian seperti misalnya traktor. Sensor dapat digunakan untuk memantau kesehatan mesin, memberitahukan ketika alat perlu diperbaiki dan mengurangi jumlah pengalaman mesin downtime.

  1. Pemantauan Tanaman dengan Drone
drone untuk pemantauan lahan pertanian

drone untuk pemantauan lahan pertanian

Drone dapat dimanfaatkan oleh para petani yang bekerja di ladang luas yang memiliki luas ratusan hektar. Di Amerika Serikat, drone telah dimanfaatkan untuk memantau tanaman secara luas dan juga untuk memerangi kekeringan serta faktor lingkungan berbahaya lainnya. Petani juga dapat memprediksi kualitas tanah dan merencanakan pola tanam benih dengan menganalisis pencitraan 3D yang dihasilkan oleh drone. Berdasarkan studi terbaru, drone juga dapat menyemprotkan air atau bahan kimia dengan kecepatan lima kali lipat dibandingkan mesin lainnya.

  1. Penggunaan Robot dalam Bertani
otomatisasi perawatan pertanian dengan robot

otomatisasi perawatan pertanian dengan robot

Penggunaan robot dalam pertanian dinilai dapat meningkatkan produktivitas, bahkan dapat mengurangi penggunaan agrokimia sebesar 90% seperti robot penyemprotan dan penyiangan yang baru-baru ini diakuisisi oleh John Deere. Seperti dikutip dari JPPN.com, inovasi robotika lainnya datang dari Dr. Robert Fitch, penyelenggara Program Sekolah Musim Panas Robotika Pertanian yang diadakan Sydney University. Fitch berhasil menciptakan robot penumpas gulma pertama bersama mitranya yaitu para petani Australia, yang mana petani Australia dinilai sebagai petani paling inovatif dalam teknologi. Robot penumpas gulma tersebut dapat menyemprot gulma, menyorotnya dengan sinar laser atau membakar gulma dengan tingkat ketepatan yang tinggi alias presisi tanpa merusak lahan pertanian.

  1. Penggunaan Radio Frequency Identification (RFID)
penerapan RFID di lahan pertanian

penerapan RFID di lahan pertanian

Sensor RFID dipergunakan untuk melacak tanaman mulai dari ladang hingga ke toko. Manfaat dari teknologi ini adalah dapat meningkatkan kepercayaan bagi produsen dan memicu tanggung jawab produsen agar selalu menyediakan produk dan barang yang segar. Sebagai contoh adalah apabila ada wabah dalam tanaman, akan lebih mudah terlacak dari mana tanaman itu berasal. Petani juga dapat merasa lega apabila tanaman mereka terlacak dan memastikan produk mereka aman hingga sampai ke konsumen.

  1. Pemanfaatan Teknologi Machine Learning
Machine Learning untuk memperkirakan pertumbuhan tanaman

Machine Learning untuk memperkirakan pertumbuhan tanaman

Penggunaan teknologi machine learning dapat dimanfaatkan untuk menganalisis data sehingga petani dapat menghasilkan tanaman yang baik sesuai lokasi dan juga iklim mereka dengan memprediksi terlebih dulu sifat dan gen yang paling baik untuk diproduksi. Selain itu, petani juga dapat memperkirakan pasar untuk masa depan karena machine learning dapat menunjukkan produk mana yang paling laris dan produk mana yang tidak laku di pasaran.

 

Artikel tayang bekerjasama dengan teknologi.id